Category

Content Placement

Yang Ingin Mulai Berinvestasi, Berikut Tips Menabung Emas di Pegadaian

Tidak dapat dipungkiri bahwa investasi merupakan salah satu cara untuk menjamin kondisi finansial anda di masa yang akan datang. Kita semua tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi di 5 tahun, 10 tahun, ataupun 15 tahun kedepan. Apakah karir kita masih berjalan dengan lancar, apakah kondisi finansial kita masih stabil, apakah kita semua masih diberikan kesehatan sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya untuk pengobatan atau rumah sakit, dan masih banyak lagi hal-hal tak terduga lainnya.

Dengan berbagai misteri yang ada, tentunya antisipasi dan penjagaan menjadi sangat perlu untuk dilakukan, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Selain dalam bentuk asuransi, antisipasi juga bisa dilakukan dengan melalui investasi. Banyak sekali instrumen-instrumen investasi yang bisa dijadikan sebagai pilihan, mulai dari investasi saham, reksadana, properti, hingga yang akan kita bahas di dalam kesempatan kali ini, yaitu investasi emas.

Investasi emas itu sendiri dapat dikatakan sebagai salah satu bentuk investasi paling aman dengan tingkat risiko paling rendah, jika dibandingkan dengan instrumen investasi lainnya. Sangat cocok untuk masyarakat awam, kali ini kita akan membahas mengenai tips dan cara menabung emas di pegadaian. Yuk disimak bersama-sama!

Keuntungan Menabung Emas di Pegadaian

1. Pendaftaran Mudah

Untuk membuka tabungan emas di Pegadaian, caranya sangatlah mudah, begitu pula persyaratan yang harus dipenuhi, sehingga siapapun dapat memulai berinvestasi emas apabila sudah mencukupi batas minimal usia. Dibandingkan dengan jenis investasi lainnya, tabungan emas Pegadaian memang memiliki cara pendaftaran yang paling mudah.

2. Modal Awal Terjangkau

Tidak perlu memiliki dana hingga jutaan, hanya bermodalkan awal Rp. 50 ribu saja, anda sudah bisa berinvestasi emas di Pegadaian. Jadi, meskipun anda belum memiliki penghasilan tetap sekalipun, cukup mensisihkan sebagian uang jajan saja anda sudah bisa mulai berinvestasi. Hasilkan dari investasi tersebut pastinya akan sangat terasa jika anda memulainya dari usia dini, bukan?

3. Rendah Resiko

Salah satu risiko terbesar dalam berinvestasi emas ialah rentan akan terjadinya pencurian atau perampokan, karena bentuk emas yang kecil dan mudah hilang. Nah, melalui Pegadaian anda tidak perlu memiliki emas dalam bentuk fisik, melainkan dalam bentuk virtual, sehingga memiliki tingkat yang rendah untuk terjadinya kehilangan.

Pegadaian memiliki aplikasi mobile yang memudahkan nasabah untuk terus meminitor investasi emas mereka secara virtual. Namun apabila suatu saat anda ingin mencairkan emas tersebut dalam bentuk fisik, anda juga bisa melakukannya langsung di kantor Pegadaian.

4. Top Up Saldo

Seperti yang telah disebutkan diatas bahwa Pegadaian memiliki aplikasi mobile yang bisa diakses oleh seluruh nasabahnya. Selain dapat digunakan untuk memonitor jumlah investasi emas yang telah dilakukan, setiap nasabah pun juga dapat melakukan transaksi jual-beli melalui aplikasi tersebut.

Aktivitas jual-beli bisa dihubungkan dengan mobile banking yang memungkinkan setiap nasabah untuk langsung top up atau menerima dana tanpa perlu ribet datang ke kantor cabang Pegadaian. Ketika anda melakukan penjualan ataupun pembelian emas melalui aplikasi, dana sudah akan tertarik ataupun masuk ke dalam rekening anda secara otomatis. Sangat praktis, bukan?

Kekurangan Menabung Emas di Pegadaian

1. Ada Saldo Mengendap dan Angka Minimal yang Bisa Dicairkan

Ketika anda ingin mencairkan dana atau dalam istilahnya menjual emas yang telah anda tabung, maka akan terdapat saldo yang mengendap sebesar 0.1 gram. Selain itu, minimal saldo yang bisa anda cairkan harus setara dengan nilai emas 1 gram pada saat itu. Jika anda ingin mencairkannya dalam bentuk emas fisik, nilai saldo yang anda miliki harus setara dengan harga 5 gram emas karena saat ini emas 1 gram sudah mulai langka.

2. Terdapat Kurs Beli dan Kurs Jual

Di Pegadaian, terdapat yang namanya kurs beli dan kurs jual. Sebagai contoh, apabila anda membeli emas 1 gram pada saat itu sekitar Rp. 650.000, maka jika ingin anda jual kembali harganya akan berbeda, bisa saja anda hanya mendapatkan Rp. 600.000 saja untuk 1 gram emas yang telah anda jual. Maka dari itu, ada baiknya untuk ketahui terlebih dahulu selisih perbedaan kurs beli dan kurs jual sebelum memulai berinvestasi emas.

Cara Membuka Rekening Tabungan Emas

  1. Datang ke kantor cabang terdekat
  2. Lengkapi formulir pembukaan rekening
  3. Berikan saldo awal dengan minimal sebesar 0.1 gram beserta biaya administrasi per tahun
  4. Menerima buku tabungan
  5. Jika ingin memiliki emas dalam bentuk fisik batangan, anda bisa melakukan pemesanan dengan pilihan kepingan 5 gram, 10 gram, 25 gram, 50 gram, dan 100 gram, dengan tentunya biaya cetak yang berbeda-beda tergantung jenis emas yang anda pilih, apakah itu emas Antam ataukah emas UBS.

Perlu diketahui bahwa pembuatan rekening emas hanya dapat dilakukan melalui kantor cabang Pegadaian saja. Namun untuk transaksi selanjutnya, seperti pembelian maupun penjualan dapat dilakukan sepenuhnya melalui aplikasi mobile yang tersedia. Ingin tahu tempat menabung emas selain Pegadaian? Cek saja di https://www.cekaja.com/info/strategi-menabung-emas-cara-keuntungan-dan-tempat/ dan temukan tempat menabung emas terbaik bagi anda.

Tips dan Panduan Sebelum Ajukan Pinjaman Online untuk Para Milenial

Keluhan tanggal tua memang akan selalu menjadi mimpi buruk. Terlebih, uang di dompet sudah mulai menipis. Ini saatnya kamu harus pintar-pintar memutar otak, agar keuanganmu bisa tetap stabil, hingga waktu gajian telah tiba. Nah, di saat seperti inilah, banyak sekali penawaran-penawaran kredit hingga pinjaman online untuk milenial, yang cukup menggoda, apalagi bagi para milenial.

Terlebih, tren kredit, paylater, hingga pinjaman online untuk milenial, kini sedang  marak dilakukan. Pasalnya, kegiatan pinjam meminjam dana atau kredit tersebut, hanya menerapkan syarat yang mudah, sehingga untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan sangat mudah untuk didapat.

Meski, pinjaman online untuk milenial akan membantumu dan membuatmu senang seketika, namun kamu juga harus mengetahui berbagai risiko kedepannya. Misalnya, terkait bunga yang besar, kesulitan membayar tagihan, peluang kebocoran data pribadi, hingga teror dari debt collector.

Nah, buat kamu para milenial yang berniat ingin mengajukan pinjaman online di aplikasi atau di website, sebaikan selalu berhati-hati, dan mempelajari hal-hal berikut ini agar kamu bisa terhindar dari risiko yang mungkin saja terjadi, dan akan membuatmu terlilit hutang. Yuk simak panduannya di bawah ini :

1. Memahami Apa Itu Sistem Pinjaman Online

Bagi para kaum milenial, mungkin agak asing dengan produk finansial yang satu ini. Terlebih, kaum milenial belum memiliki banyak tanggungan yang begitu signifikan. Namun, kamu juga setidaknya harus mengetahui apa itu produk pinjaman online. Secara garis besar, pinjama online merupakan salah satu bentuk usaha jasa keuangan berbasis teknologi yang disebut financial technology (fintech).

Perusahaan fintech tersebut menggunakan teknologi aplikasi di smartphonr atau website sebagai alat untuk mengajukan pinjaman. Tidak hanya itu, di dalam aplikasi atau web tersebut juga tidak hanya menawarkan satu produk, tetapi berbagai macam produk finansial yang berasal dari berbagai sumber dana.

Tidak asal, perusahaan fintech ini juga telah mempunyai aturan baku terkait bunga pinjaman, tenor, serta denda, ketika kamu tidak melakukan pembayaran pada waktu yang telah ditetapkan. Intinya, semua peraturan serta syarat yang dikeluarkan oleh perusahaan, harus kamu ikuti, jika tidak ingin bermasalah.

2. Usahakan mengajukan pinjaman online untuk milenial hanya untuk keperluan mendesak.

Penawaran menarik dari iklan pinjaman online untuk milenial terkadang membuat kamu menjadi terpana akan nikmatnya meminjam dana. Namun, kamu harus bisa hilangkan pemikiran itu ya, karena kegunaan pinjaman online yang sesungguhnya hanyalah untuk membantu kami dalam menyelesaikan masalah keuangan.

Pinjaman online, harus dipergunakan seproduktif mungkin, seperti untuk modal usaha, pendidikan, kesehatan, hingga untuk keperluan mendesak. Pasalnya, kini banyak dari masyarakat yang memanfaatkan pinjaman online untuk milenial demi kehedonan semata, dan membeli barang-barang kesukaan, sesuai dengan keinginan dan bukan kebutuhan.

3. Cari tahu dan pilih tempat pinjaman online yang aman dan terpercaya

Hingga sampai saat ini, perusahaan fintech telah tercatat lebih dari 200 perusahaan yang didominasi berjenis pinjaman online. Namun, dari semua perusahaan yang muncul, sekiranya hanya puluhan fintech yang sudah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan (OJK).

OJK sendiri memiliki tugas untuk mengatur dan mengawasi perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang jasa keuangan. Untuk tujuannya, OJK ingin melindungi pelanggan atau nasabah yang menggunakan jasa dari perusahaan tersebut.

Nah, seperti yang sudah dibahas di atas, sebaiknya kamu mencari tahu dan memilih perusahaan fintech yang telah terdaftar dan diawasi OJK. Sehingga kamu bisa merasa aman ketika meminjam uang di pinjaman online. Caranya, kamu bisa langsung cek di website resmi ojk.go.id untuk mengetahui daftar perusahaan pinjaman online legal, atau cek di aplikasi atau website masing-masing perusahaan fintech yang dituju. Apakah terdapat logo OJK atau tidak.

4. Pelajari terkait aturan, bunga, tenor dan denda pinjaman

Bagi kamu yang ingin mengajukan, terlebih kaum milenial mungkin belum tahu banyak mengenai pinjaman di lembaga keuangan terutama di fintech. Sehingga, kamu semestinya harus mempelajari tentang bunga, tenor, hingga denda.

Kamu harus memperhitungkan bunga yang diberikan pihak fintech, lalu kamu bisa mengetahui berapa tagihan yang harus kamu bayar. Jangan sampai kamu dibohongi dan harus membayar tagihan diluar jumlah yang telah diperhitungkan.

Selanjutnya adalah tenor. Tenor merupakan jangka waktu dimulai dari kamu menerima uang pinjaman hingga tanggal jatuh tempo. Nah, biasa pinjaman online akan memberikan tenor yang singkat, mulai dari 7 hari hingga 30 hari. Diharapkan kamu juga perhitungkan, kapan tagihan kamu jatuh tempo, usahakan juga pas kan dengan tanggal kamu gajian ya.

Berikutnya pelajari denda. Seperti pada umumnya, denda akan kamu bayar ketika kamu telat bayar tagiha. Dan bayar denda tersebut termasuk ke dalam sebuah hukuman. Namun, untuk jumlah denda semua tergantung dari masing-masing perusahaan. Selain itu, kamu juga bisa membaca di bagian FAQ untuk mengetahui informasi lebih dalam dari perusahaan fintech yang dituju.

5. Jadikan pinjaman online sebagai pilihan terakhir

Sebokek apapun kamu, usahakan menggunakan jasa pinjaman online ketika tidak ada lagi solusi lain. Misalnya, ketika kamu masih bisa meminjam ke orang tua atau keluarga, kamu tidak perlu menggunakan jasa pinjaman online.

Hal tersebut dilakukan karena, bunga pinjaman online yang cukup besar. Berbeda jika kamu pinjam ke keluarga, karena mereka tidak akan memberikan kamu bunga. Kamu hanya perlu mengembalikannya tepat waktu, mereka pasti akan memberikanmu pinjaman kok.

Bagaimana, untuk tahapan serta tips mengajukan pinjaman online untuk para milenial di atas? Semoga bisa membantu ya. Nah, untuk salah satu rekomendasi perusahaan fintech terbaik di Indonesia, kamu bisa kunjungi situs Cekaja.com. Karena di Cekaja.com, kamu bisa mengajukan pinjaman online untuk berbagai kebutuhan dan kemampuan finansial kamu.

Untuk informasi selengkapnya, kamu bisa kunjungi situsnya di link berikut ini ya: https://www.cekaja.com/kredit/pinjaman-online/

Show Buttons
Hide Buttons