Kamu tentu sudah tidak asing lagi dengan batik sebagai salah satu produk budaya kebanggaan bangsa kita. Kain tradisional yang menjelma menjadi kain yang begitu populer. Batik pun kini telah terdaftar di UNESCO (The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) sebagai Oral and Intangible Heritage of Humanity.

Untuk dikenakan saat menghadiri undangan suatu acara. Untuk dikenakan saat bekerja di kantor. Maupun untuk dikenakan saat dinas ke luar kota atau bahkan ke luar negeri. Batik lah yang terlintas di benak saya. Batik memang sangat populer dan melekat di hati sebagian besar warga Indonesia, termasuk saya.
 “Lalu, apakah memang batik lebih baik?”

Nah, melalui tulisan ini saya akan sedikit menuangkan cerita tentang batik lebih batik, lebih baik batik.

Sebelum melanjutkan membaca tulisan saya, ada baiknya kamu coba geser-geser dulu gambar di atas deh. Iya, kedua foto model di atas mengenakan batik keren yang sama dan dari produsen batik yang sama pula. Hanya saja bedanya model pertama adalah model impor alias bule sedangkan model kedua model lokal alias saya sendiri. Hihihi.

Gimana? Mana yang lebih keren? Iya deh lebih keren Mas Bulenya sedikit. Sedikiiit.
Nah, dari ilustrasi di atas bisa ditarik kesimpulan bahwa baik bule maupun rakyat jelata seperti saya ternyata bisa tampil sama kerennya dengan mengenakan batik. Begitu juga dengan produk batik itu sendiri.

Tidak dipungkiri memang banyak produk “batik” impor yang masuk ke Indonesia. Kalau tidak teliti mungkin kita akan menganggap sama bagusnya produk “batik” impor dengan buatan dalam negeri. Negara-negara ASEAN dan China merupakan pemain yang berusaha menggerus pangsa pasar batik buatan Indonesia. Padahal produk “batik” China dibuat dengan dicetak (printing), proses produksinya tidak sesuai dengan proses aslinya dan tidak memenuhi ketentuan UNESCO. Sehingga tidak bisa dimasukkan ke dalam kategori produk batik. Produk “batik” impor yang kebanyakan dari proses pencetakan (printing) masuk kategori produk tekstil bermotif batik. Jadi sebenarnya produk “batik” impor itu bisa dikatakan batik-batikan bukan batik beneran.

Dalam hal ini Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Euis Saedah pernah mengatakan bahwa kualitas batik buatan Indonesia lebih baik dan memiliki kekhasan tertentu yang tidak bisa ditiru produk impor dari negara manapun. Setuju kan?

Kita buktikan yuk kalau Batik Indonesia memang batik yang lebih baik. Bagaimana caranya? Salah satu cara yang saya lakukan beberapa waktu yang lalu adalah dengan mengunjungi website produsen batik yang menyajikan produk asli pengrajin batik tradisional yaitu btbatiktrusmi.com.

Ya, BT Batik Trusmi lah yang saya tuju untuk melihat dan membuktikan kualitas dan kekhasan batik Indonesia. Kita intip beberapa produk batik yang tersedia di online store BT Batik Trusmi.

Hem Batik Keong itu rasanya tidak asing ya? Yup, tidak salah lagi Hem Batik Keong itu lah yang saya kenakan di foto keren di atas. Murah kan? Rp. 55.000 saja. Eits, BT Batik Trusmi dengan moto BTAlways Batik memang menyediakan produk batik asli dengan harga yang murah tapi tidak murahan. Kalau mau yang premium juga ada kok. Tinggal pilih.

Packing Hem Batik Keong yang saya pesan dari BT Batik Trusmi beberapa hari yang lalu.

Saya mengenakan ukuran M dan pas di badan saya. Bahannya terbilang bagus, motifnya saya suka dan detailnya luwes. Selain kepincut dengan Hem Batik Keong, saya juga tertarik dengan motif Hem Batik Asmat. Mungkin lain kali saya akan pesan lagi dari BT Batik Trusmi karena kebetulan di kantor saya diwajibkan mengenakan batik setiap hari Rabu dan Kamis. Oh ya, Asmat sendiri merupakan nama suku di Papua. Ini salah satu bukti bahwa batik Indonesia memiliki daya cipta yang beragam di seluruh nusantara dengan kekhasan masing-masing. Bangga ya.

BT Batik Trusmi sendiri merupakan showroom terbesar dan terluas di Indonesia dengan produk asli pengrajin batik tradisional yang mengembangkan usahanya melalui internet sebagai media pemasarannya. Temukan BT Batik Trusmi di :

Jl. Trusmi Kulon No.148, Weru Lor, Plered, Cirebon, Jawa Barat 45154.
Call/WA : 081564690003

Jadi kalau kamu ingin mengeksplor Wisata Cirebon bisa nih sekalian berburu Batik Cirebon disini.

Dengan keberagaman daya cipta dan ciri khas masing-masing di seluruh nusantara, batik Indonesia memiliki kekayaannya tersendiri. Menjadikan batik Indonesia batik yang lebih baik dari batik impor. Untuk acara-acara tertentu saya juga lebih baik mengenakan batik dibanding mengenakan kemeja formal lainnya. Karena batik cocok dikenakan saat formal maupun semi formal. Jelas lebih baik batik. Terlebih penting lagi, dengan mengenakan batik kita menunjukkan Pesona Indonesia kepada komunitas internasional dan kita patut bangga.

Sekian tulisan saya. Selamat Hari Batik Nasional. Salam.

Juniawan Arif

Author Juniawan Arif

Just a guy interested in internet things. Email : jun.juniawan@gmail.com | Follow me on twitter @juniawanarif & instagram @juniawanarif

More posts by Juniawan Arif

Leave a Reply