Hai sobat millenial, kamu tentu menyadari ada sesuatu yang berbeda dari kedua foto SPBU Pertamina berikut :

Terlihat jelas bedanya kan? Penampakan SPBU Pertamina di foto pertama lebih dominan warna merah. Sedangkan di foto kedua ada nuansa birunya, terutama pada bagian papan harga SPBU. Kenapa bisa beda ya? Padahal SPBU ini sama-sama SPBU Pertamina.

Akhir-akhir ini jika kita perhatikan memang banyak SPBU Pertamina yang berdandan serba biru, biru langit. Seperti pada foto di atas, SPBU Pertamina 54.803.19 yang berlokasi di Seminyak, Bali. Tidak hanya papan harganya saja yang berwarna biru, atribut petugasnya pun sama-sama biru. Ok, sudah cukup penasarannya. Sekarang kita cari tahu yuk, ada apa sebenarnya di balik perubahan warna SPBU ini?

Tema Langit Biru diambil berdasarkan proyek Kilang Pertamina dalam meningkatkan kualitas BBM dari Premium (RON 88) menjadi Pertamax (RON 92).

Tema Langit Biru diambil berdasarkan proyek Kilang Pertamina dalam meningkatkan kualitas BBM dari Premium (RON 88) menjadi Pertamax (RON 92).

Nah, terjawab sudah. Tema Langit Biru yang diusung Pertamina merupakan sebuah tindakan nyata yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas BBM. Sejak tahun 2015 Pertamina menjalankan Proyek Langit Biru Kilang Cilacap (PLBC) atau Cilacap Blue Sky Project. PLBC merupakan proyek strategis yang mampu meningkatkan produksi Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan Research Octane Number (RON) tinggi setara Pertamax dan bisa mengurangi ketergantungan produk BBM dari luar negeri. Peningkatan kualitas sekaligus mengurangi ketergantungan importasi BBM, kamu tentu setuju dong?! Saya sih iyess.

Dikabarkan proyek tersebut mampu memproduksi gasoline 100 persen dengan kadar RON 92 sebanyak 91.000 barel per hari (bph). Gasoline yang dihasilkan dengan kadar RON 92 tersebut juga memiliki spesifikasi menuju Euro IV yang lebih ramah lingkungan.

91000
barel per hari

Langit Biru juga mempunyai makna peningkatan kualitas BBM yang lebih ramah lingkungan sehingga kualitas udara lebih terjaga, lebih sehat dan langitpun tetap biru.

Langit Biru juga mempunyai makna peningkatan kualitas BBM yang lebih ramah lingkungan sehingga kualitas udara lebih terjaga, lebih sehat dan langitpun tetap biru.

Tidak dipungkiri, dalam kehidupan sehari-hari kita sangat bergantung dengan bahan bakar minyak. Bisa dibayangkan, apa jadinya jika tidak kita imbangi dengan rasa peduli yang tinggi terhadap lingkungan. Sudah saatnya kita sebagai generasi millenial yang peka akan perubahan mengambil langkah tegas demi terjaganya lingkungan yang sehat. Baik untuk sekarang maupun yang akan datang.

Begitu juga dengan tujuan mulia proyek Langit Biru. Dengan meningkatkan kualitas BBM yang ramah lingkungan diharapkan mampu menjaga kualitas udara yang lebih sehat dan sesuai dengan nama proyeknya ; langitpun tetap biru.

Langit Biru juga mempunyai makna masa depan yang cerah, optimis dan penuh dengan harapan-harapan baru.

Langit Biru juga mempunyai makna masa depan yang cerah, optimis dan penuh dengan harapan-harapan baru.

Tiap pagi sebelum berangkat beraktivitas biasanya saya melihat langit untuk mengecek cuaca. Ketika mendapati langit yang mendung, semangat saya pun ikut mendung. Berbeda jika yang saya dapati adalah langit biru yang cerah, semangat untuk menjalani hari seakan terpompa. Kamu mungkin juga merasakan hal yang sama. Langit yang biru memang bisa mempengaruhi semangat dan optimisme seseorang. Proyek Langit Biru Pertamina ini pun mempunyai makna yang sama. Demi masa depan yang cerah, optimis dan penuh dengan harapan-harapan baru.

Semenjak tahun 2015, tanpa disadari saya mulai beralih dari yang sebelumnya menggunakan Premium menjadi Pertamax. Apalagi mesin kendaraan yang saya miliki memang disarankan untuk menggunakan BBM jenis Pertamax. Dari data survey Katadata dan Pertamina ternyata juga menunjukkan peningkatan konsumsi Pertamax dan Pertalite oleh masyarakat Indonesia.

KILOLITER/HARI

KILOLITER/HARI

KILOLITER/HARI

KILOLITER/HARI

2016

2015

2016

2015

826%

84%

KILOLITER/HARI

KILOLITER/HARI

KILOLITER/HARI

KILOLITER/HARI

2016

2015

2016

2015

826%

84%

Terlihat konsumsi BBM jenis Pertalite dan Pertamax yang meningkat tajam dari tahun 2015 sampai 2016. Hal ini menunjukkan bahwa semakin banyak masyarakat yang peduli dengan mesin kendaraan dan lingkungannya. Nah, sebenarnya apa saja sih perbedaan dari BBM jenis Premium, Pertalite dan Pertamax? Mari kita simak beberapa perbedaan mendasar dari ketiga jenis BBM tersebut :

Kadar sulfur maksimal

2.000 ppm

500 ppm

500 ppm

Angka oktan

88

90

92

Jarak tempuh per 1 liter

10 Km

11,6 Km

12,5 Km

Kadar sulfur maksimal

2.000 ppm

500 ppm

500 ppm

Angka oktan

88

90

92

Jarak tempuh per 1 liter

10 Km

11,6 Km

12,5 Km

Gimana? Masih mau pakai Premium untuk kendaraan kesayangan kamu?

Generasi Langit Biru adalah Generasi Millenial yang lebih mementingkan kualitas hidup untuk masa depan lebih baik

Kamu sebagai generasi millenial sudah sepatutnya menjadi bagian dari Generasi Langit Biru demi kualitas hidup dan masa depan yang lebih baik . Beralihlah menggunakan BBM yang ramah lingkungan dan direkomendasikan untuk mesin kendaraanmu. Apalagi mengingat penerapan standar emisi Euro IV yang sudah ditetapkan untuk mulai berlaku pada September 2018 mendatang. Yuk, bersama Pertamina menjadi Generasi Langit Biru.

Sekian tulisan saya, semoga bermanfaat. Salam.

#Pertamina
#PertaminaBlogdanVlogCompetition2017
#KobarkanKebaikan
#GenLangitBiru
#Kerja3ersama

Juniawan Arif

About Juniawan Arif

Just a guy interested in internet things. follow me on twitter @juniawanarif & instagram @juniawanarif

6 Comments

Leave a Reply