You can kill a revolutionary but you can never kill the revolution. ~Fred Hampton

Benar saja, revolusi baik yang direncanakan maupun tidak memang merupakan suatu proses yang akan selalu ada. Hal ini dikarenakan oleh perkembangan jaman yang sejalan dengan tuntutan perubahan. Disadari maupun tidak perkembangan jaman berpengaruh secara langsung terhadap pergeseran pola perilaku masyarakat. Sehingga akan selalu ada bentuk-bentuk revolusi baru seiring perkembangan jaman.

Perkembangan jaman juga telah melahirkan teknologi digital yang hadir di semua sendi-sendi kehidupan kita. Begitu juga dalam industri asuransi jiwa di Indonesia. Sudah sepatutnya penyedia asuransi jiwa melakukan revolusi ke arah yang lebih baik demi kemudahan konsumen dalam mendapatkan produk asuransi yang berkualitas. Dengan melihat pengaruh perkembangan jaman, teknologi, dan digital berikut tiga revolusi asuransi jiwa yang dapat dilakukan menurut pengalaman dan pandangan saya :

1. Mengubah Mindset : Telemarketing yang "Menyebalkan"

Sudah bukan rahasia lagi, telemarketing itu memang terkesan “menyebalkan”. Tidak percaya? mari kita tengok hasil pencarian di mesin pencarian internet Google dengan keyword “telemarketing menyebalkan” :

Hasilnya banyak sekali kita temukan artikel yang membahas tentang telemarketing yang terkesan “menyebalkan”. Inilah kenyataan yang ada di masyarakat. Telemarketing dianggap pengganggu. Bahkan sampai ada yang menulis artikel tentang cara melaporkan telemarketing yang mengganggu tersebut. Miris.

Bagaimanapun telemarketing merupakan salah satu jalur distribusi asuransi yang masih banyak dijalankan di industri asuransi jiwa hingga saat ini. Melihat fenomena di atas, industri asuransi jiwa di Indonesia sepatutnya bisa dengan segera melakukan gebrakan yang bertujuan untuk mengubah mindset masyarakat tentang telemarketing. Mengubah mindset ini dapat dilakukan dalam beberapa cara, di antaranya :

  • Menjamin SDM telemarketing yang profesional dan berkualitas
  • Mempekerjakan agent telemarketing yang memiliki empati yang tinggi terhadap calon konsumen
  • Mempekerjakan agent telemarketing yang mampu melakukan pendekatan persuasif yang baik tanpa terkesan memaksa dan mengejar “buruan”.

Ketiga contoh di atas hanyalah contoh berdasarkan pengalaman saya selama ini berhadapan dengan telemarketing asuransi. Tentu saja perusahaan penyedia asuransi jiwa dapat lebih jeli dan jitu lagi dalam menerapkan strategi mengubah mindset tersebut. Pada intinya, calon konsumen tidak ingin merasa diganggu dengan telemarketing yang terlalu cerewet, empati yang kurang dan terkesan memaksa.

Atau malah bahkan mampu menghilangkan jalur distribusi melalui telemarketing yang sudah terlanjur mendapat kesan buruk di masyarakat dan menggantinya dengan inovasi baru yang lahir dari kemajuan teknologi di masa kini. Misalnya dengan menerapkan SMS Blast LBA (Location Based Advertising). Jadi, calon konsumen akan mendapat SMS iklan produk asuransi jiwa setiap kali melewati gedung kantor asuransi. Isi SMS bisa berupa ajakan singkat yang disertai link website menuju ke detail produk asuransi tersebut. Saat ini teknologi SMS Blast LBA sudah banyak diterapkan oleh perusahaan-perusahaan lain seperti saat kita di mall atau sedang di jalan raya, akan tetapi belum pernah saya temui SMS Blast LBA yang berasal dari perusahaan penyedia asuransi jiwa.

2. Mengembangkan Mobile Apps yang User Friendly

Berdasarkan infografik di atas terlihat bahwasanya sebanyak 47,6% penduduk yang mengakses internet di Indonesia memilih menggunakan perangkat mobile dan hanya 1,7% saja yang mengakses menggunakan komputer. Data tersebut saya dapatkan dari  hasil survey Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2016 tentang perangkat yang dipakai untuk mengakses internet.

Infografik di atas mengandung arti bahwa penyedia asuransi jiwa sudah sewajarnya mengimbangi kemajuan teknologi digital masa kini dengan menyediakan dan mengembangkan aplikasi mobile (mobile apps) yang berisi fitur-fitur lengkap dan tentunya diharapkan mudah untuk digunakan oleh calon konsumen (user friendly). Sehingga calon konsumen dapat mengakses dengan mudah produk-produk asuransi jiwa yang akan dibeli dari mana saja dan kapan saja. Begitu pula dengan tata cara pengajuan klaim hingga proses pengajuan klaim yang dapat dilakukan melalui mobile apps. Termasuk kemudahan melakukan pencarian daftar provider atau rumah sakit rekanan asuransi jiwa tersebut.

3. Keterbukaan Informasi Biaya Asuransi Jiwa

Pola perilaku masyarakat yang dipengaruhi oleh kemajuan jaman dan teknologi digital saat ini salah satunya dapat terlihat dari bagaimana cara masyarakat menggali informasi yang bersumber dari internet. Peka, berfikir kritis dan reaktif sudah menjadi sifat generasi millenial di era informasi terbuka ini. Dengan kata lain masyarakat sekarang seolah sangat tidak menginginkan informasi yang setengah-setengah apalagi yang terkesan ditutup-tutupi.

Sehingga, ada baiknya jika penyedia asuransi jiwa memberikan informasi yang sedetail-detailnya baik yang disampaikan melalui agen secara langsung, melalui website maupun melalui mobile apps. Terutama yang berkaitan dengan detail informasi biaya dari produk asuransi jiwa yang ditawarkan.

Bukankah asuransi pada dasarnya merupakan bisnis hubungan dan kepercayaan?

Kepercayaan bisnis asuransi jiwa dapat terbentuk salah satunya melalui keterbukaan informasi mengenai biaya produk asuransi yang disediakan.

Pada hakikatnya revolusi adalah tentang perubahan. Dalam hidup tentu saja kita mengharapkan perubahan ke arah yang lebih baik. Tiga bentuk revolusi asuransi jiwa di atas pun diharapkan dapat membawa perubahan yang lebih baik demi kemudahan konsumen mendapatkan produk asuransi jiwa yang tepat. Mulai dari merubah mindset masyarakat tentang telemarketing yang “menyebalkan”, menyediakan mobile apps dengan kelengkapan fitur dan kemudahan pemakaiannya hingga keterbukaan informasi tentang semua detail biaya produk asuransi. Ketiganya semata ditujukan agar masyarakat yang ingin membeli produk asuransi menjadi nyaman, mendapatkan kemudahan dan juga memiliki rasa kepercayaan yang tinggi terhadap penyedia produk asuransi jiwa.

Sekian tulisan saya semoga bermanfaat. Salam.

Kenali asuransi jiwa dari Equity Life Indonesia disini :

Instagram: @EquityLifeIndonesia
Facebook: Equity Life Indonesia
Twitter: @EquityLifeInd
Website: http://equity.co.id

8 Comments

Leave a Reply

Show Buttons
Hide Buttons