Dulu, waktu masih jadi mahasiswa di Bandung saya sering main-main ke BaBe yang berada di Jalan Riau dan juga RangKas di Jalan Karapitan. Kamu yang pernah ke Bandung, apalagi pernah merasakan tinggal di Bandung pasti kenal dengan kedua tempat ini. Iya kan? Tempat dimana kita bisa hunting barang-barang bekas yang masih layak pakai dengan harga cukup miring. Segala jenis barang bisa kita temui disana. Mulai dari sepatu, baju, kacamata, alat musik hingga kamera pun ada.

Sepindahnya dari Bandung, saya tinggal di Tabanan yang terkenal akan Pasar Kodoknya. Pasar yang berisi ratusan penjual pakaian bekas ini merupakan salah satu daya tarik wisata Kota Tabanan, terutama bagi para tourist backpacker. Tak hanya turis, saya pun penasaran akan pasar ini. Pakaian bekas yang dijual di Pasar Kodok Tabanan diimpor dari berbagai negara seperti Hongkong, Korea, Taiwan dan Singapura. Kalau jeli dan telaten, kita bisa mendapatkan pakaian bermerk masih layak pakai dengan harga yang sangat miring. Saya sendiri pernah mendapati celana pendek UNIQLO seharga 20 ribu rupiah saja. Padahal tidak ada cacat maupun robek. Meskipun tetap harus direndam dan dicuci dulu sebelum dipakai.

Kamu pasti setuju dong kalau saya bilang berburu barang bekas itu memiliki sensasi tersendiri? Senang, bangga, merasa beruntung atau semacamnya. Itulah yang saya rasakan ketika berhasil mendapatkan barang bekas bermerk dan berkualitas dengan harga yang relatif murah, jauh dari harga barang tersebut ketika masih baru. Bahkan mungkin sensasi unik ini membuat sebagian orang merasa ketagihan.

Ada pula satu fakta yang menarik tentang barang bekas. Dengan berburu dan menggunakan kembali barang bekas yang kita beli, tanpa disadari kita telah turut serta melakukan kampanye 3R (Reduce, Reuse, Recycle) demi mengurangi kerusakan bumi. Mulia sekali.

Barang bekas lebih baik daripada barang KW!

Disadari atau tidak, saat ini kita berada di era digital, dimana kemajuan teknologi mendominasi kita dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Begitu juga halnya dengan perkembangan dunia startup di negeri kita tercinta Indonesia. Startup di berbagai bidang bisnis bermunculan bak jamur di musim hujan. Tahukah kamu kalau di dunia bisnis startup Indonesia juga ada yang mengembangkan layanan jual beli barang bekas berkualitas, bermerk dan NO KW? Iya, NO KW alias hanya melayani jual beli barang-barang yang asli (original).

Nah, kali ini saya akan bercerita tentang hari-hari saya beberapa minggu ke belakang yang sedang mulai terkena candu serunya berburu barang bekas bermerk dan berkualitas di salah satu startup karya anak bangsa, Prelo.

Ya, Prelo lah yang saya maksud. Sebuah aplikasi jual beli barang bekas berkualitas yang tidak hanya mudah digunakan tapi juga dilengkapi dengan fitur-fitur inovatif. Sehingga kita bisa bertransaksi di Prelo dengan mudah, aman dan nyaman. Logo Prelo menyerupai bentuk lingkaran yang diadaptasi dari Universal Recycling Symbol, yaitu simbol yang merepresentasikan inti bisnisnya sebagai suatu e-niaga yang melayani jual beli barang bekas berkualitas. Sedangkan namanya merujuk pada istilah preloved yang artinya barang yang sebelumnya pernah dimiliki dan akan berpindah tangan. Biasa dikenal juga dengan istilah secondhand (barang second).

Bermula dari rasa penasaran tentang harga barang bekas yang ditawarkan dan juga dorongan ingin membahagiakan si kecil, saya pun memulai pembelian pertama saya di Prelo. Awalnya saya memang berniat mencarikan mainan alat musik terutama gitar dari merk mainan anak kecil ternama. Tidak sulit untuk menemukan barang bekas yang saya cari. Playskool Sesame Street Elmo Guitar Toy adalah nama mainan yang saya temukan dari hasil pencarian di aplikasi Prelo. Dari aplikasi dapat dengan mudah kita melihat foto-foto mainan yang dimaksud lengkap dengan gambar kondisi cacatnya, jika ada.

Berikut ini gambaran ketika saya berburu mainan bekas untuk anak saya :

Mainan yang saya incar di atas, kalau saya cek di toko online harga barunya sekitar 400 ribuan. Makanya saya berani memutuskan untuk menawar dan kemudian saya beli mainan second tersebut. Nah, untuk proses pembeliannya berikut ini kelanjutan :

Bagaimana? Praktis kan?

Banyak, dan akan semakin banyak barang bekas yang dapat kita cari di Prelo. Mengingat proses registrasi dan login yang mudah, bahkan bisa dengan login menggunakan akun Facebook maupun Twitter. Ini tentu sangat memudahkan para calon penjual barang bekas di Prelo.

Barang-barang Preloved yang dijual di Prelo merupakan barang bekas atau bahkan barang baru yang belum pernah dipakai oleh pemilik sebelumnya. Semua barang yang dijual di Prelo adalah barang asli alias NO KW. Untuk hal ini, Prelo memberikan kamu garansi keamanan berbelanja dan jaminan uang kembali jika ternyata diketahui bahwa barang yang kamu beli merupakan barang KW.

Seperti terlihat pada gambar di atas, Prelo menyajikan produk-produk dalam beberapa kategori, yaitu : Women, Men, Beauty, Book, Gadget, Hobby, Baby & Kid, Home & Living. Selain itu ada juga kategori Antique yang berisi produk-produk koleksi antik.

Nah, ini salah satu yang saya suka. Prelo memiliki sistem pelacakan pesanan yang informatif. Dari menu Belanjaan Saya, saya dapat melihat proses pesanan sampai dengan terkirim ke alamat pengiriman. Saya juga dapat memberikan penilaian ke penjual dengan memberikan reputasi dan review. Selengkapnya bisa dilihat di bawah ini :

Fitur yang ada di menu Belanjaan Saya di atas tentu memberikan kenyamanan bagi kedua pihak, baik penjual maupun pembeli. Saling transparan dan mencegah terjadinya kecurangan atau penipuan.

Terima kasih Prelo.. Aku sekarang punya gitar Elmo

Abaikan dinding penuh coretannya.. 

Kemudahan, fitur inovatif, keamanan transaksi dan banyaknya pilihan barang bekas berkualitas menjadikan Prelo sebuah aplikasi yang berpotensi menjadi candu bagi siapa saja yang mengerti merk dan kualitas barang. Tidak menutup kemungkinan saya juga akan menjual barang-barang preloved yang saya miliki.

 Transaksi di Prelo dijamin aman 100% dengan sistem rekening bersama.

Ribuan barang bekas berkualitas asli (no KW) ada di sini.

Selalu ada cerita khusus tersimpan dalam setiap produk yang dijual di Prelo.

Dari segi tampilan saya sendiri menyukai desain simple dan elegan aplikasi Prelo. Bintang 5 pun saya bubuhkan untuk rating aplikasi Prelo di Playstore.

Sekian tulisan saya tentang serunya berburu barang bekas bermerk dan berkualitas di Prelo. Apa cerita serumu?

Ohya, baru-baru ini Prelo juga mengadakan Prelo Seller Gathering di Denpasar, Bali. Tepatnya tanggal 20 Mei yang lalu. Tapi sayangnya saya tidak sempat mengikuti event seru tersebut. Nah, buat kamu yang mau ikutan Prelo Seller Gathering berikutnya bisa cek disini ya : prelo.co.id/sellergathering.

Temukan Prelo di :

Tulisan ini diikutsertakan dalam Prelo Blog Competition.

Juniawan Arif

About Juniawan Arif

Just a guy interested in internet things. follow me on twitter @juniawanarif & instagram @juniawanarif

12 Comments

Leave a Reply