Semangat pagi!

Jika ditanya tentang produk Telkom tentu banyak sekali yang bisa saya ceritakan. Betapa tidak? Kehidupan sehari-hari saya sepertinya memang tidak terlepas dari produk-produk Telkom tersebut. Di rumah saya baru-baru ini memasang IndiHome Triple Play, di kantor berlangganan paket layanan internet dari Fiber Optic Telkom ASTINet dan disaat sedang mobile saya mengandalkan kartuHalo dengan dukungan Wifi.id Seamless dan Wifi Flashzone Seamless. Berikut ini cerita tentang keseharian saya berinteraksi dengan produk digital Telkom.

Mengikuti kemajuan jaman, perkembangan teknologi digital pun berkembang pesat. Kebutuhan akan akses internet seakan menjadi kebutuhan pokok yang harus terpenuhi oleh masyarakat saat ini. Cara kita berkomunikasi, bersosialisasi, berbisnis, bertransaksi jual beli, mengelola data, mengelola aset hingga mengelola urusan keuangan kita mengalami perubahan dengan adanya pengaruh kemajuan teknologi digital yang modern. Kemajuan teknologi digital tersebut tentunya bertujuan untuk memudahkan kegiatan kita sehari-hari sehingga lebih efektif dan efisien dalam hal waktu, tenaga maupun biaya.

Sebelum memulai cerita tentang pengalaman berinteraksi dengan produk digital Telkom, saya akan menyajikan beberapa infografik yang akan memberikan gambaran kepada kita tentang data-data penetrasi dan perilaku pengguna internet di Indonesia. Infografik saya olah dari hasil survey Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2016.

Penetrasi Pengguna Internet Indonesia

Tempat Paling Sering Mengakses Internet

Perangkat Yang Dipakai Untuk Mengakses Internet

Data-data di atas menunjukkan penetrasi pengguna internet Indonesia telah melebihi separuh dari jumlah total penduduk Indonesia saat ini. Porsi paling banyak berada di Pulau Jawa dengan nilai 65% atau sekitar 86,3 juta orang. Perbandingan penetrasi pengguna internet antara pria dan wanita hampir berimbang, yaitu 52,5% untuk pria dan 47,5% untuk wanita.

Sedangkan data perangkat yang dipakai paling banyak untuk mengakses internet adalah perangkat mobile sebesar 47,6% atau sekitar 63,1 juta penduduk. Diikuti dengan kombinasi mobile dan komputer dengan 50,7% dan 1,7% atau 2,2 juta penduduk saja untuk perangkat komputer.

Internet rumah menduduki peringkat kedua sebagai tempat yang paling sering digunakan untuk mengakses internet. Ternyata internet rumah memiliki jumlah lebih banyak jika dibandingkan dengan internet kantor. Pertumbuhan pengguna melalui internet rumah tentu saja merupakan imbas dari inovasi-inovasi mutakhir serta penawaran yang menarik dari penyedia jasa layanan internet rumahan yang ada saat ini. IndiHome Triple Play dari PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom) adalah salah satu yang terbaik.

IndiHome Triple Play (3P) atau yang disebut juga IndiHome Fiber merupakan layanan dari Telkom yang terdiri dari Internet Fiber atau High Speed Internet (Internet Cepat), Interactive TV (UseeTV) dan Phone (Telepon Rumah). Telkom IndiHome menggunakan fiber optik sebagai media penghantaran datanya. Jika dibandingkan dengan teknologi pendahulunya, yaitu coax atau copper, fiber optik memiliki lebih banyak keunggulan. Antara lain :

  • Lebih cepat dalam hal transfer data hingga ratusan Mbps. INTERNET CEPAT.
  • Lebih stabil pada saat dilakukan sharing (akses internet secara bersamaan) dibandingkan coax atau copper. INTERNET STABIL.
  • Perangkat menjadi lebih aman karena fiber optik lebih tahan dalam kondisi cuaca apapun seperti serangan petir dan gangguan elektromagnet. INTERNET HANDAL.
  • Teknologi penghantaran data tercanggih dan terbaru yang digunakan dalam layanan fixed broadband. INTERNET CANGGIH.

Coax atau Copper

Bandwidth : up to 5 Mbps
Kestabilan : cukup stabil
Perawatan : perlu perawatan berkala
Ketahanan : terganggu gelombang elektromagnetik
Keamanan : tidak aman dari serangan petir

Fiber Optik

up to 100 Mbps
sangat stabil
tidak perlu perawatan berkala
tidak terganggu gelombang elektromagnetik
aman dari serangan petir

Sebenarnya selama 3 tahun ke belakang saya sudah berlangganan layanan internet rumah dari Telkom. Dulu saya berlangganan dari jaman masih bernama Speedy dengan kecepatan hanya 1 Mbps saja. Awal-awal dirasa cukup, tapi lama-kelamaan perlu rasanya untuk upgrade kecepatannya. Apalagi saat ini di rumah ada empat orang yang semuanya “gila” gadget. Kebutuhan untuk upgrade kecepatan akses internet itu sangat terasa ketika dua anak kecil saya asyik youtube-an dan istri saya tenggelam dengan online shopnya. Saya kebagian manyunnya saja.

Iklan

Suatu kebetulan beberapa minggu yang lalu saya ditelepon oleh salah seorang sales Telkom dan memberi tahu kalau daerah perumahan saya sudah terjangkau jaringan IndiHome Fiber. Betul saja, keesokan harinya terpasang iklan IndiHome Fiber di sepanjang jalan sekitar perumahan. Tak lama saya dan istri sepakat untuk mengupgrade layanan internet dari yang semula 1 Mbps beralih ke IndiHome Fiber 10 Mbps dengan paket Deluxe Triple Play. Setelah yakin dengan paket yang dipilih, kami menghubungi sales Telkom yang tempo hari menelepon.

Pengajuan Kontrak Berlangganan

Tepatnya pada tanggal 24 Oktober 2016 yang lalu istri saya mengajukan Kontrak Berlangganan Layanan IndiHome dan dijanjikan akan ada penarikan kabel ke rumah dalam tempo maksimal 3 hari. Sesuai janji, pada tanggal 26 Oktober 2016 teknisi Telkom menarik kabel fiber optik dari Distribution Point (DP) terdekat ke rumah saya. Tapi karena pada hari itu kami tidak ada di rumah, jadi kabel belum bisa masuk ke dalam dan digulung di tiang telepon di depan rumah. Teknisi Telkom pun menelepon dan membuat janji untuk dapat menarik kabel ke dalam rumah.

Teknisi Datang ke Rumah

Keesokan harinya, Kamis tanggal 27 Oktober 2016 saya sengaja menunggu di rumah untuk mengawasi pemasangan IndiHome Fiber yang kami ajukan. Tidak berapa lama, dua orang teknisi yang masih nampak muda belia datang ke rumah dengan mengendarai sepeda motor. Mereka melakukan survey jalur kabel dari tiang sampai masuk ke dalam rumah dan berunding dengan saya untuk menempatkan router dan hybrid box di dekat televisi.

Teknisi Melakukan Pemasangan

Setelah menentukan jalur kabel mereka dengan gesit mulai menarik kabel fiber optik. Kemudian memulai memasang kabel dengan peralatan lengkap yang sudah mereka bawa sendiri. Saya berpesan agar hati-hati dan meminta tolong untuk memasang kabel dengan rapi. Seperti terlihat di foto, mereka memasang kabel sesuai pesan saya, rapi. Good Job.

Router dan Hybrid Box Terpasang

Dalam waktu kurang lebih 1 jam router dan hybrid box sudah selesai terpasang dan disetting. Hebatnya semua fitur bisa langsung digunakan saat itu juga.

Teknisi Telkom tidak hanya melakukan pemasangan dan setting saja tapi juga dengan antusias menjelaskan cara pemakaian layanan UseeTV yang memang bagi saya masih baru. Pada tanggal 27 Oktober 2016 layanan IndiHome Fiber di rumah saya mulai aktif. Artinya hanya butuh waktu 4 hari saja untuk pemasangannya. Dari mulai pengajuan kontrak sampai dengan setting alat di rumah. Itupun seharusnya bisa selesai lebih cepat kalau saja kami bersedia dipasang sehari sebelumnya. Secara keseluruhan proses pengajuan IndiHome Fiber terbilang mudah, cepat dan profesional.

Ohiya, biaya untuk berlangganan layanan IndiHome Fiber paket Deluxe 10 Mbps di daerah saya adalah sebesar Rp. 533.000 per bulan. Sudah termasuk layanan internet cepat 10 Mbps, gratis 1000 menit telepon lokal dan interlokal dan juga UseeTV. Inilah maksud dari Triple Play : internet, telepon dan IPTV.

Belum genap satu bulan pemakaian IndiHome Fiber di rumah, manfaatnya sudah terasa. Koneksi internet tidak lagi terasa lambat dan streaming tanpa buffering meskipun menggunakan beberapa gadget secara bersamaan. Saya dapat melakukan pekerjaan-pekerjaan saya di dunia maya termasuk menulis story telling di blog ini dengan lancar meskipun anak-anak juga sedang mengakses Youtube. Terlebih lagi, pekerjaan kantor saya dan istri dapat dikerjakan dari rumah dengan mudah sesuai dengan urgensinya.

Manfaat lainnya adalah saya dan keluarga sangat menikmati layanan UseeTV yang interaktif. Favorit anak saya adalah adanya fitur HBO On Demand yang memiliki koleksi film yang bagus. Ini favorit orang tuanya juga sih. Lebih lanjut mengenai UseeTV akan saya ceritakan di bawah.

Gratis menelepon 1000 menit lokal dan interlokal tentu saja memberi manfaat besar bagi kami yang memiliki orang tua jauh di luar kota. Kami bisa sering-sering berkomunikasi lewat telepon untuk menanyakan kabar sekalipun tanpa takut tagihan telepon membengkak.

Seperti sudah dijelaskan di atas bahwa UseeTV termasuk ke dalam layanan IndiHome Triple Play. UseeTV merupakan layanan Interactive TV Cable pertama di Indonesia. UseeTV sebagai layanan televisi interaktif dan berteknologi internet protocol memiliki fitur-fitur yang menarik dan berbeda dari TV Cable lainnya. Fitur-fitur tersebut antara lain :

  • TV On Demand. Memungkinkan kita untuk menonton ulang siaran tv hingga 7 hari sebelumnya. Asyik kan? Jadi tidak perlu takut ketinggalan acara-acara TV favorit, tinggal mainkan saja dari menu TV On Demand ini.
  • Pause & Rewind. Saya kadang suka penasaran kalau sampai terlewat scene film yang baru saja ditonton. Terlewat bisa karena gara-gara mengambil minuman atau kudapan atau gangguan lainnya. Nah, melalui fitur ini saya tidak khawatir lagi deh kalau terlewat beberapa scene sekalipun. Karena saya bisa pause (menghentikan sementara) atau malah rewind untuk kembali ke scene-scene sebelumnya.
  • Karaoke. Bagi yang suka olah vokal tentu fitur ini akan jadi andalan untuk melatih vokal Anda atau sekedar untuk bersenandung untuk menghilangkan stress.
  • Video On Demand. Ini fitur favorit saya dan anak-anak. Tersedia banyak sekali film-film dengan kualitas bagus untuk ditonton bersama.
  • Video Recorder. Suka dengan adegan yang muncul? Ingin menyimpannya? Dengan UseeTV semuanya bisa dilakukan dengan mudah melalui fitur ini.

kartuHalo. Saat ini saya aktif sebagai pengguna kartuHalo paket Halo Fit Hybrid. Saya menggunakan kartuHalo untuk keperluan komunikasi telepon, SMS dan mengakses internet pada saat berada di luar rumah atau kantor. Paket Halo Fit Hybrid yang masih aktif pada kartuHalo saya merupakan paket lama, oleh karenanya bisa jadi informasi yang saya tuliskan disini akan berbeda dengan paket yang ada sekarang. Paket Halo Fit Hybrid yang saya gunakan merupakan paket termurah dengan abonemen Rp. 50.000 per bulan. Dengan paket ini saya sudah mendapatkan 60 menit gratis telepon ke sesama Telkomsel, 100 free SMS dan 2 GB data. Murah kan? Paket tersebut bagi saya terasa lebih dari cukup apalagi kalau di kantor saya terkoneksi dengan wifi internet kantor dengan Telkom ASTINet dengan kecepatan saat ini 100 Mbps. Jadi, paket data yang aktif di smartphone saya hanya digunakan sewaktu-waktu pada saat di perjalanan saja. Sekali lagi, paket yang saya gunakan adalah paket lama. Untuk info paket Halo Fit Hybrid terbaru Anda dapat melihatnya secara detail disini.

Wifi.id Seamless. Nah, layanan wifi.id seamless ini menurut saya layanan yang sangat menguntungkan. Wifi.id Seamless merupakan layanan yang diberikan oleh Telkom kepada pelanggan IndiHome Fiber agar dapat selalu terkoneksi dengan mudah dengan jaringan wifi.id yang tersedia di seluruh Indonesia secara otomatis. Telkom memberikan secara gratis wifi.id seamless ini bagi pelanggan baru IndiHome mulai 1 Febuari 2016, sepuasnya untuk 2 (dua) device. Ya, gratis. Jadi, jika Anda merupakan pelanggan baru IndiHome segera daftarkan gadget Anda disini. Jika sudah berhasil terdaftar Anda bisa melakukan auto connect pada jaringan wifi.id di seluruh Indonesia melalui SSID @wifi.id. Saya sering menjadikan wifi.id seamless ini sebagai penyelamat saya ketika sedang berada di area publik. Itung-itung hemat kuota data paket kartuHalo saya deh.

Flashzone Seamless. Pun jika berlangganan kartuHalo Anda akan mendapatkan free akses ke SSID flashzone-seamless yang biasanya routernya jadi satu dengan wifi.id. Jadi dimana ada wifi.id disitu juga ada SSID flashzone-seamless. Untuk registrasi dan cara auto connect nya bisa dibaca disini.

Sebelum mengakhiri tulisan ini, saya ingin berbagi sedikit tentang tips mengoptimalkan IndiHome Fiber dengan memperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan routernya.

7
Tips Mengoptimalkan IndiHome Fiber
  • Menentukan posisi router. Tentukan posisi router agar dapat maksimal mengirimkan sinyal ke segala arah. Sebaiknya letakkan router di tengah ruangan agar dapat menjangkau seluruh isi rumah. Jangan letakkan router di sisi sebelah pinggir rumah.
  • Letakkan router di tempat yang tinggi. Router dirancang untuk mengirimkan sinyal ke bawah. Oleh karena itu, akan lebih baik jika router di tempatkan di tempat yang tinggi jangan di lantai.
  • Pilih tempat yang baik. Dapat dijadikan pertimbangan juga untuk menempatkan router di ruangan yang paling sering Anda gunakan untuk mengakses internet.
  • Letakkan di tempat terbuka. Posisikan router di tempat yang dapat terlihat dari mana saja. Jangan di tempat yang tertutup atau terhalang. Baik itu terhalang tembok maupun furnitur yang besar karena akan menghambat sinyal yang dikirimkan.
  • Jauhkan dari elektronik lain. Jauhkan router dari perangkat elektronik lain seperti kulkas, TV, microwave, kompor dan sebagainya untuk menghindari terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan.
  • Atur antena router. Atur antena router agar berdiri vertikal sehingga sinyal yang dikirimkan akan lebih mudah menjangkau seisi rumah.
  • Lakukan speed test. Untuk mengecek apakah sinyal yang dikirimkan router sudah maksimal atau belum, lakukan speed test. Saya biasanya menggunakan aplikasi Speedtest yang dapat didownload secara gratis di Google Play.

Nah itu tadi beberapa tips untuk mengoptimalkan sinyal router IndiHome Fiber di rumah Anda. Tips nomor 5, sepertinya saya sendiri sudah melanggarnya. Karena tidak ada tempat lagi dan yang paling memungkinkan adalah di dekat TV. Maklum rumah kecil. hehe

Kemajuan teknologi digital begitu santer kita rasakan, namun tidak dipungkiri masih banyak masyarakat yang mengalami kesulitan untuk mendapatkan kemudahan akses internet. Baik karena keterbatasan ekonomi maupun pendidikan. Oleh sebab itu, terlintas di pikiran untuk bercita-cita menyulap halaman depan rumah saya yang mungil menjadi taman belajar yang dapat digunakan oleh anak-anak tetangga untuk belajar bersama. Saya ingin suatu saat halaman depan dapat digunakan untuk mengakses internet secara gratis, untuk mencari artikel bermanfaat guna menyelesaikan pekerjaan rumah mereka.

Melihat kembali hasil survey yang dilakukan oleh APJII, bahwasanya setiap tahun jumlah penduduk Indonesia yang mengakses internet semakin meningkat. Hal ini tentu perlu mendapat perhatian kita bersama. Saya sebagai warga negara Indonesia tentu berharap untuk dapat turut serta dalam memajukan dan mencerdaskan bangsa. Semoga apa yang saya cita-citakan dapat terwujud dan semakin banyak warga negara Indonesia yang merasakan kemajuan teknologi digital.

Sekian tulisan saya, semoga bermanfaat. Salam. #IndonesiaMakinDigital

Penasaran ingin mengecek daerah Anda sudah tercover jaringan IndiHome Fiber atau belum? Cek disini :

Daerah Anda belum tercover juga? Vote saja disini : 

Sumber gambar :

Survey APJII 2016
Freepik.com
Dokumentasi Pribadi

14 Comments

Leave a Reply

Show Buttons
Hide Buttons