“The world is a book, and those who do not travel read only a page.” ~Saint Augustine

Siapa yang tak suka jalan-jalan, berwisata, tamasya atau kita sebut saja travelling? Setuju kan kalau saya bilang semua orang suka travelling? Bagi saya dan keluarga travelling sudah menjadi agenda rutin, meskipun pada kenyataannya tidak terjadwal secara tetap. Maksud rutin disini sebisa mungkin ketika ada kesempatan pasti akan kami manfaatkan untuk travelling. Travelling tidak terbatas hanya dengan bepergian jauh menaiki pesawat saja, travelling juga bisa dilakukan dengan mengunjungi tempat-tempat yang belum pernah kita datangi sebelumnya. Jauh atau dekat tidak masalah, yang penting bagi saya adalah dapat merasakan suasana baru dan terlepas sejenak dari rutinitas kehidupan sehari-hari.

Nah, kalau ditanya “What do you love about travelling?” saya akan menjawab dengan 8 Things I Love about Travelling di bawah ini :

Bisa jadi ini adalah jawaban klise bagi kebanyakan traveller. Tapi memang begitu adanya. Sejenak lepas dari penatnya rutinitas sehari-sehari itu perlu. Entah itu pekerjaan kantor yang menumpuk, tugas kuliah yang seakan tidak ada habisnya atau pekerjaan rumah tangga yang sangat melelahkan. Lepas dalam artian istirahat sesaat dari rutinitas tersebut, memiliki pengaruh yang baik untuk fisik dan mental kita. Sejenak berhenti berlari untuk kemudian berlari lebih cepat lagi. Itu prinsip saya.

Relaksasi yang dilakukan oleh setiap orang mungkin berbeda-beda. Ada yang dengan cara berjemur di pantai, mendaki gunung, berendam air panas dan lain-lain. Akhir-akhir ini, relaksasi yang sering saya lakukan bersama keluarga kecil saya adalah dengan ber-staycation di hotel pilihan kami untuk merasakan suasana yang baru dan mengurangi rasa bosan ketika di rumah. Beruntung kami tinggal di Bali, jadi banyak sekali pilihan hotel yang tidak begitu jauh dari rumah untuk dijadikan tempat berlibur sesaat. Dengan relaksasi akan menyegarkan pikiran dan semangat kita akan terbarukan sehingga merasa lebih siap lagi untuk menghadapi pekerjaan atau kegiatan rutin sehari-hari.

Berpetualang, tentu saja ini sangat mengasyikkan. Di setiap destinasi wisata yang kita kunjungi biasanya selalu ada saja hal-hal baru yang kita temui. Hal baru yang akan menambah kesan petualangan hidup kita, memperkaya pengalaman kita. Berpetualang tidak hanya identik dengan yang ekstrim-ekstrim saja, melainkan mencoba hal baru yang sederhana tapi belum pernah kita lakukan sebelumnya juga dapat menjadi kisah petualangan yang sulit untuk dilupakan.

Sebagai contoh, saya baru merasakan memakan kecombrang ketika di Bali. Sedangkan setahu saya kecombrang digunakan untuk menurunkan demam saat saya kecil. Ditumbuk, diperas lalu dibalurkan ke jidat dan badan saya. Yang saya kaget, kecombrang di Bali dijadikan sebagai salah satu bahan untuk membuat sambal. Ya, sambal. Mencobanya untuk pertama kali tentu saja saya agak ragu, tidak disangka ternyata enak. Malah sekarang menjadi salah satu menu favorit saya untuk makanan lokal Pulau Dewata ini. Sambel Bejek namanya.

Kejutan-kejutan petualangan semacam itulah yang membangkitkan rasa kagum sekaligus penasaran untuk menemukan kejutan lain di destinasi travelling berikutnya.

Mencicipi makanan lokal di lokasi tujuan travelling kita yang belum tentu dapat kita temui ketika di rumah juga akan memberi kesan tersendiri. Seperti ketika saya ke Thailand beberapa waktu yang lalu dan berkesempatan mencicipi Mango Sticky Rice atau Nasi Ketan Mangga. Dari namanya saja saya sudah penasaran. Rasanya? Ternyata enak sekali. Tidak asem, manis dan lembut. Mengenal jenis makanan lain yang baru pertama kali dikecap oleh lidah tentu saja menambah pengalaman dan memberi warna lain pada kehidupan kita bukan? Apalagi, di era sosial media sekarang ini informasi tentang ragam kuliner di daerah wisata sangat mudah kita dapatkan. Membuat rasa ingin tahu kita semakin kuat.

Belajar. Ini yang terkadang tidak kita sadari saat travelling. Kita belajar hal-hal baru entah disengaja atau tidak. Contoh sederhananya saja, ketika kita membaur dengan penduduk lokal. Kita akan mendengar atau bahkan diajak berkomunikasi dengan bahasa lokal mereka. Mau tidak mau kita akan belajar bahasa dan cara berkomunikasi mereka. Selain bahasa, tentu masih banyak pelajaran lain yang dapat kita petik saat travelling.

Dengan travelling kita akan mendapati cara pandang yang semakin luas. Cara pandang yang belum tentu bisa kita dapati jika hanya berdiam diri saja di rumah. Di tempat baru, kita akan menyadari bahwa kebiasaan kita dalam menjalani kehidupan sehari-hari berbeda dengan kebiasaan orang di tempat tersebut. Bisa jadi kita mengambil pelajaran dari perbedaan itu untuk kehidupan yang lebih baik lagi. Sehingga tanpa disadari, dengan travelling kita menjadi manusia yang lebih baik dan berpikiran global.

Pun sebaliknya, dengan melihat dan merasakan kehidupan di tempat yang lain kita akan merasa bersyukur dengan tempat tinggal kita yang sekarang. Misalnya saja saat saya travelling ke tempat yang bersalju. Hawa dingin yang menusuk tentu sangat berlawanan dengan cuaca panas khas Bali yang mana saya sudah terbiasa. Dengan begitu saya akan lebih menghargai diri saya dan mensyukuri tempat tinggal saat ini. There is no place like home.

Ini yang tidak kalah penting dan biasanya menjadi alasan saya dan pasangan untuk travelling. Untuk merayakan sesuatu. Entah itu hari ulang taun, anniversary pernikahan, menyambut tahun baru atau sekedar merayakan kebersamaan berkumpul dengan teman-teman lama. Travelling dengan alasan seperti ini akan menjadikan momen-momen yang dilewati selama travelling menjadi kenangan yang tidak terlupakan sepanjang masa.

Infografik di atas menunjukkan pertumbuhan jumlah wisatawan asing dari tahun ke tahun yang terus meningkat. Dan pintu masuk kedatangan yang paling besar ada di Bandara Ngurah Rai Bali dengan 3.731.000 jiwa wisatawan mancanegara pada tahun 2014. Hal ini berarti sektor pariwisata di Indonesia sudah seharusnya diandalkan sebagai penghasil devisa negara. Kita sebagai warga negara Indonesia juga dapat berperan serta memajukan sektor pariwisata nusantara dengan rajin travelling ke destinasi wisata domestik. Pilihan destinasi wisata di Indonesia terkenal banyak sekali dan dengan harga yang kompetitif.

Dukungan promosi-promosi oleh maskapai penerbangan pun sering kita jumpai saat ini. Mereka berlomba memberikan penawaran harga tiket yang murah bagi para traveller. Saya, istri saya dan masih banyak lagi yang lainnya tentu sering sekali memanfaatkan promo-promo penerbangan murah tersebut. Bahkan saya dan pasangan dulu pernah merasakan terbang ke Singapura dengan harga tiket pesawat 0 (nol) rupiah lho.

Di era digital seperti sekarang ini, untuk bisa mendapatkan tiket promo seperti itu sangat bergantung pada kecepatan akses internet yang kita gunakan saat memesan tiket secara online. Bukan hanya ekstra cepat tapi internet ultra cepat yang kita butuhkan.

MyRepublic adalah internet service provider yang merupakan fiber broadband expert. MyRepublic menawarkan Ultra-Fast Fiber Broadband dengan akses kecepatan internet upto 300 Mbps di rumah Anda dengan jaringan fiber optik. Selain internet ultra cepat, MyRepublic juga menawarkan Interactive TV Cable dengan ribuan channel lokal dan internasional yang juga dapat diakses secara streaming di gadget Anda melalui MyRepublicGO.

Harga Paket Internet dan Interactive TV Cable MyRepublic

1
wisatawan mendapatkan informasi destinasi dari acara televisi

Ya, berdasarkan survey yang diadakan oleh TripAdvisor mengenai tren perjalanan wisata di 2016 dengan 44.000 responden wisatawan dan pebisnis hotel seluruh dunia, didapatkan data bahwa 1 dari 4 orang wisatawan mendapatkan informasi destinasi dari acara televisi. Ini berarti pengaruh acara televisi tentang informasi destinasi wisata cukup tinggi dalam menarik minat wisatawan untuk travelling.

DW TV (Deutsche Welle TV) adalah salah satu stasiun TV yang memiliki Channel khusus yang mengulas tentang destinasi wisata di Jerman dan negara-negara eropa lainnya. Dengan program unggulannya yang bertajuk Check-in, DW TV juga menyajikan informasi destinasi wisata dunia dengan didukung oleh reporter yang juga travel blogger, Steve Hänisch. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai program Check-in DW TV, Anda dapat mengunjungi website DW TV.

Sekian tulisan saya, semoga bermanfaat. Salam.
Eh kalau mau ikutan jawab pertanyaan “What do you love about travelling?” tulis-tulis di kolom komentar ya.. see u there 🙂

7 Comments

Leave a Reply to andyhardiyanti Cancel Reply

Show Buttons
Hide Buttons