“Tak kenal maka tak sayang. Udah lama kenal, kok kamu gak sayang?” ~versi jomblowan kena PHP.
“Tak kenal maka tak sayang. Tak sayang maka tak merasa memiliki.” ~versi dunia permutiaraan Indonesia.

Ya, mungkin seperti itulah peribahasa yang cocok untuk menggambarkan kondisi dunia permutiaraan Indonesia saat ini. Miris memang ketika masyarakat Indonesia belum begitu mengenal kualitas mutiara hasil budidaya negeri sendiri. Sedangkan kilau mutiara Indonesia sudah dikenal dan menjadi incaran di dunia. Mutiara Indonesia populer dengan sebutan Mutiara Laut Selatan dikenal di pasar dunia sebagai Indonesian South Sea Pearl (ISSP). Kualitas Indonesian South Sea Pearl lebih baik bila dibandingkan dengan mutiara negara lain. Indonesia juga merupakan penghasil mutiara laut selatan terbesar di dunia. Oleh karena itu dirasa penting untuk kita menumbuhkan rasa pemilikan yang kuat terhadap Indonesian South Sea Pearl.

Dari tahun ke tahun nilai perdagangan Indonesian South Sea Pearl terus meningkat. Seperti terlihat pada infografik di atas, pada tahun 2013 nilainya mencapai 26,3 juta (dalam US Dollar), kemudian pada tahun 2014 mengalami peningkatan menjadi 28,9 juta USD dan pada tahun 2015 telah mencapai angka 31,2 juta USD. Hal ini membuktikan bahwa bisnis Indonesian South Sea Pearl sangat menjanjikan.

Indonesian South Sea Pearl dihasilkan dari tiram Pinctada maxima. Lokasi pengembangan tiram Pinctada maxima tersebar di 12 provinsi di Indonesia. Sebarannya nampak pada peta di bawah ini (klik map marker untuk mengetahui nama-nama perusahaan di tiap provinsi) :

Habitat tiram Pinctada maxima berada di perairan laut yang tenang. Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sumatera Barat, Lampung, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Sulawesi Utara, Maluku, Maluku Utara dan Papua Barat mempunyai potensi produksi mutiara laut selatan. Dari sumber yang saya terima didapat data perkiraan potensi produksi di masing-masing lokasi (estimated production potential by production centers) dalam satuan Ton :

Bali

Nusa Tenggara

Sulawesi

Maluku

Papua

Lainnya

Sedangkan data estimasi luas area budidaya mutiara laut selatan pada masing-masing lokasi produksi (estimated farming area potential by production centers) dapat digambarkan sebagai berikut (dalam satuan Hektar) :

Bali

Nusa Tenggara

Sulawesi

Maluku

Papua

Lainnya

Dengan produksi kurang lebih 6 Ton per tahun, performa ekspor mutiara laut selatan Indonesia berpotensi mengalami peningkatan. Berikut ini data ekspor mutiara laut selatan Indonesia dari tahun 2012 sampai dengan 2015 :

Mutiara Laut Selatan (South Sea Pearl) dari Tiram Mutiara Laut

  • Pinctada maxima (silver / gold / Lipped pearl oyster).
  • 1 Tiram hanya mengandung 1 butir mutiara
  • Ukuran cangkang bisa mencapai 30 cm
  • Indonesia, Australia, Pilipina, Myanmar
  • Produksi : 10 – 12 ton / tahun

Mutiara Akoya (Akoya Pearl / Mikimoto Pearl) dari Tiram Mutiara Laut

  • Pinctada fucata (Akoya Pearl Oyster) var.martensii
  • 1 Tiram bisa mengandung 1-2 butir mutiara
  • Ukuran cangkang bisa mencapai 10 cm
  • Jepang, Tiongkok
  • Produksi : 20 – 25 ton / tahun

Mutiara Hitam / Mutiara Tahiti (Black Pearl / Tahitian Pearl) dari Tiram Mutiara Laut

  • Pinctada margaritifera (Black lipped pearl oyster) var.cumingii (Tahiti) and var.galtsofhi (Hawaii).
  • 1 Tiram hanya mengandung 1 butir mutiara
  • Ukuran cangkang bisa mencapai 25 cm
  • Tahiti, French Polynesia
  • Produksi : 8 – 10 ton / tahun

Mutiara Air Tawar China (China Fresh Water Pearl) dari Kerang Mutiara Air Tawar

  • Hyrriopsis sp (Fresh water pearl mussel).
  • 1 Kerang bisa mengandung sampai 40 butir mutiara ( 20 butir di cangkang kiri dan 20 butir di cangkang kanan
  • Ukuran cangkang bisa mencapai 10 cm
  • Tiongkok
  • Produksi : ± 5000 ton / tahun

Kendala utama dalam bisnis mutiara laut selatan adalah masuknya mutiara air tawar ilegal yang berasal dari Cina atau yang biasa disebut Chinese Fresh Water Pearl. Mutiara air tawar dari Tiongkok tersebut memiliki kualitas jauh di bawah mutiara laut selatan sehingga harganya lebih murah. Mutiara selundupan ini banyak ditemui di Lombok. Tidak sedikit masyarakat Indonesia yang malah lebih memilih membeli mutiara air tawar tersebut untuk dimiliki. Padahal, kalau saja masyarakat Indonesia mengerti betul tentang potensi dan kualitas mutiara laut selatan di pasar dunia sudah seharusnya lebih memilih mutiara laut selatan yang memiliki nilai prestise lebih tinggi.

Mengatasi kendala tersebut, pemerintah mendukung penuh komoditi mutiara laut selatan Indonesia dengan melakukan beberapa hal sebagai berikut :

  • Membangun Broodstock Center di Karangasem Bali
  • Memberi dukungan kebijakan dengan membentuk Direktorat Pengembangan Produk Nonkonsumsi di bawah Ditjen P2HP-KKP
  • Membentuk Sub Komisi Mutiara Indonesia pada Komisi Hasil Perikanan di bawah koordinasi Ditjen P2HP
  • Mendorong terbitnya Standar Nasional Indonesia (SNI) mutiara yang sekarang telah terbit (SNI 4989:2011) bahkan tahun ini sudah direvisi dengan SNI 4989:2016. SNI ini akan digunakan sebagai dasar dalam menyusun Standar Operating Procedure Grading mutiara dan akan ditindak lanjuti dengan membuat Indonesia Quality Pearl Label (IQPL).
  • Mengeluarkan Peraturan Menteri KP No. 8 tahun 2013 tentang Pengendalian Mutu Mutiara yang masuk ke dalam wilayah Negara RI
  • Membangun “Rumah Mutiara Indonesia” sebagai Pusat Promosi Pemasaran dan Lelang Mutiara, yang berada di areal Bandara Internasional Lombok (BIL) Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
  • Mendorong penerapan blue economy model dalam pengembangan usaha mutiara. Di mana, di samping memanfaatkan butiran mutiara untuk perhiasan, daging untuk dikonsumsi, dan pemanfaatan kulit kerang untuk kerajinan perhiasan dan kekerangan.
  • Menginisiasi penyusunan serta penataan tata ruang wilayah pesisir dan zonasi untuk menghindari konflik masyarakat
  • Dukungan promosi. Di mana dalam rangka mempromosikan Mutiara Laut Selatan atau South Sea Pearls (SSP) Indonesia, KKP bekerjasama dengan ASBUMI setiap tahun menyelenggarakan Indonesia Pearls Festival sebagai salah satu media untuk meningkatkan kualitas, kuantitas, serta pemasaran mutiara di pasar domestik maupun internasional.

Bentuk dukungan pemerintah tersebut tentu harus diiringi dengan dukungan masyarakat dan pelaku bisnis mutiara laut selatan Indonesia.

Bentuk dukungan masyarakat :

  • Mengenali ciri mutiara laut selatan asli Indonesia.
  • Turut serta mensosialisasikan keberadaan mutiara laut selatan Indonesia dengan memanfaatkan kemajuan teknologi yang ada saat ini.
  • Berkunjung ke Broodstock Center agar lebih mengenal dan terbuka wawasannya mengenai cara mendapatkan benih dan induk tiram Pinctada maxima serta mengetahui cara budidaya mutiara laut selatan yang baik dan sesuai Standar Nasional Indonesia.

Mutiara Laut Selatan :

  • Dihasilkan dari kerang Pynctada maxima yang hanya bisa memproduksi sebutir mutiara per cangkang.
  • Warna putih sempurna. Varian warna : kekuningan, keemasan, abu-abu, dan sampanye.
  • Kemilau permukaan sangat mengkilat tidak kusam.
  • Ukuran 8–19 milimeter, hasil budi daya minimal 2 tahun.
  • Harga mulai Rp 20 juta sebutir. Harga pasar mutiara yang dipungut dari dasar laut tanpa proses budi daya mencapai US$ 9.000 atau Rp 120 juta per butir.

Mutiara Air Tawar :

  • Dihasilkan dari kerang Hyriopsis cumingii yang bisa memproduksi 40 butir mutiara. 20 di cangkang kanan dan 20 di cangkang kiri.
  • Warna putih pucat, kadang masih ditambahkan pelapisan cat tipis.
  • Kemilau permukaan cenderung kusam tidak mengkilat.
  • Ukuran tak lebih dari 10 milimeter karena masa panen yang relatif singkat.
  • Harga mulai dari Rp 10 ribu per butir.

Mutu Produk Mutiara Laut Selatan

Kelas Simbol Karakter
Kualitas tinggi (Precious stone)
1 Top quality Top quality No spot high luster
2 Very good A Few spot high luster
3 Good B A few spot high luster
Kualitas Medium
4 Medium quality C Some spot medium lusterMany spot high luster

Kita dapat turut serta mensosialisasikan keberadaan mutiara laut selatan Indonesia dengan memanfaatkan kemajuan teknologi yang ada saat ini. Salah satu caranya seperti yang saya lakukan sekarang. Menulis, ya menulis. Sebagai blogger saya dengan senang hati menulis dan menyebarkan melalui jejaring sosial yang saya miliki tentang mutiara laut selatan ini dengan harapan dapat membantu menyebarkan informasi positif mengenai mutiara laut selatan agar lebih banyak lagi masyarakat Indonesia yang mengenal dan menyayangi mutiara laut selatan Indonesia.

Beberapa hari yang lalu saya berkesempatan mengunjungi National Broodstock Center di Desa Bugbug, Karangasem. Sebagai orang awam yang baru mendengar gaung potensi budidaya mutiara laut selatan melalui promosi tahunan Indonesian Pearl Festival, saya penasaran dengan fasilitas Kementerian Perikanan dan Kelautan RI yang didirikan pada tahun 2010 tersebut.

Lokasi National Broodstock Center tidak jauh dari objek wisata Candidasa, hanya berjarak sekitar 10 menit ke arah timur dari Candidasa. Jembatan Tukad Buhu dapat dijadikan patokan jalan masuk ke arah Broodstock Center selain tentunya berpatokan pada papan petunjuk yang berada di pinggir jalan.

Berjarak sekitar 1,5 km dari jalan raya kita akan menemukan bangunan yang masih terlihat baru dekat dengan bibir pantai.

Namun sayangnya, saya berkunjung kesana pada hari libur. Sehingga hanya sempat berbincang sebentar dengan Pak Satpam yang berada di pintu masuk. Ternyata menurut informasi dari Pak Satpam, Broodstock Center di Desa Bugbug ini menangani pembibitan Udang Vannamei dan untuk pembibitan tiram Pinctada maxima berlokasi di Tigaron, Kec. Kubu, Kab, Karangasem dan Sumberkima, Kec. Gerokgak, Kab. Buleleng. Setelah meminta ijin dan mengisi buku tamu, saya dipersilahkan untuk melihat-lihat tapi tidak diijinkan melewati Biosecure Area karena area tersebut harus steril. Selain Biosecure Area terdapat juga ruangan khusus Laboratorium Uji dan Ruang Layanan Publik. Saya menyempatkan diri untuk masuk ke dalam Ruang Layanan Publik dan mendapatkan banyak sekali brosur mengenai Broodstock Center ini.

National Broodstock Center adalah Balai Produksi Induk Udang Unggul dan Kekerangan (BPIU2K) yang merupakan salah satu UPT Pusat di bawah Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya, Kementerian Perikanan dan Kelautan RI. Sejak tahun 2010 BPIU2K mengemban amanah untuk mengembangkan produksi benih tiram mutiara. BPIU2K Karangasem ini memberikan layanan berupa :

  • Penyediaan Induk dan Benih
    • Udang Vaname (Litopenaues vannamei)
    • Kerang Abalone (Haliotis squamata)
    • Tiram Mutiara (Pinctada maxima)
  • Jasa Uji Laboratorium
    • Diagnosis Patogen Virus
      • WSSV
      • IMNV
      • IHHNV
      • TSV
    • Parameter Kualitas Air
      • Amonia
      • Nitrit
      • Salinitas
      • Alkalinitas
      • Kesadahan
      • Total Bakteri

Layanan penyediaan induk dan benih serta jasa uji laboratorium menerapkan tarif sesuai Peraturan Pemerintah yang berlaku. Tarif layanan tambahan berupa packing, transportasi dan administrasi lain mengikuti kebutuhan pelanggan akan dikalkulasi oleh petugas. Permohonan layanan dapat dilakukan secara online maupun datang secara langsung.

Jadi, jika ingin terjun ke dunia bisnis mutiara laut selatan Anda dapat memesan induk dan benih tiram mutiara Pinctada maxima di BPIU2K Karangasem ini. Untuk lebih jelasnya, Anda dapat mengunjungi BPIU2K Karangasem di :

Desa Bugbug, Kec. Karangasem, Kab, Karangasem, Bali 80811
Telp : 0851 0072 4144, Faks (021) 2960 8000
Email : bpiu2k@gmail.com
Website : www.bpiu2kkarangasem.com

Nah, itu tadi contoh-contoh bentuk dukungan masyarakat terhadap program pemerintah dalam mensosialisasikan mutiara laut selatan Indonesia. Lalu seperti apa bentuk dukungan yang dapat dilakukan oleh para pelaku bisnis mutiara laut selatan itu sendiri? Berikut ini beberapa hal yang dapat dilakukan oleh para pelaku bisnis mutiara :

  • Pelaku bisnis atau pengusaha mutiara laut selatan harus open dalam artian tidak takut pajak agar company profile nya terlihat bagus oleh perbankan.
  • Berbenah diri menyiapkan company profile yang bagus.
  • Turut serta mengawasi secara ketat masuknya mutiara air tawar selundupan dari Tiongkok.
  • Menghadiri Indonesian Pearl Festival 2016 agar dapat bertemu dengan para investor dan perbankan sehingga terjadi perkawinan bisnis sesuai yang diungkapkan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Ibu Susi Pudjiastuti pada saat menyampaikan sambutan pada gelaran Pra Event IPF 2016 di Kantor KKP Jakarta, Rabu 12 Oktober 2016 yang lalu. “Kita ingin lebih banyak perkawinan bisnis, agar tumbuh lebih banyak bisnis sektor kelautan dan perikanan,” Ungkap Ibu Susi yang dikenal tegas dan berani.

Indonesian Pearl Festival 2016 adalah pameran mutiara tahunan yang diadakan sejak tahun 2011. 6th Indonesian Pearl Festival tahun ini diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan KKP, Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP dan Asosiasi Budidaya Mutiara Indonesia (ASBUMI). Selain menyuguhkan pameran mutiara terbesar di Indonesia, pada IPF 2016 kali ini juga akan diadakan lelang mutiara, klinik mutiara dan FGD, ruang edukasi, lomba desain perhiasan mutiara, lomba foto panorama kelautan, lomba menulis blog dan juga charity fund raising yaitu kegiatan penggalangan dana sosial untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir dan nelayan.

klik gambar untuk memperbesar

Jadi, tunggu apalagi? segera siapkan diri Anda untuk menghadiri Pameran Mutiara Terbesar di Indonesia “6th Indonesian Pearl Festival” pada tanggal 9-13 November 2016 bertempat di Lippo Mall Kemang Jakarta.

Sekian tulisan saya mengenai Indonesian South Sea Pearl. Sudah saatnya kita sadar diri akan potensi kelautan Indonesia khususnya dalam dunia bisnis budidaya mutiara laut selatan yang memiliki kualitas terbaik dan menjadi incaran di pasar dunia. Jangan sampai orang luar lebih mengenal komoditi unggulan negeri kita, malah kita sendiri belum begitu mengenalnya. Mari kenali keindahan mutiara laut selatan dengan memanfaatkan kemajuan teknologi yang ada.

Kenali, sayangi, miliki. Salam.

Indonesian South Sea Pearl dalam galeri foto :

Indonesian South Sea Pearl dalam video :

Sumber gambar :

 https://www.instagram.com/indonesianpearlfestival2016/
 kemendag.go.id
 originalmutiara.com
 freepik.com
 Dokumentasi Pribadi

4 Comments

Leave a Reply

Show Buttons
Hide Buttons