Dalam hidup bermasyarakat, tentu saja manusia sebagai makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri akan selalu melakukan komunikasi dengan makhluk lainnya. Berkomunikasi termasuk hak asasi manusia yang diatur secara hukum dan diakui secara universal. Di Indonesia, berkomunikasi diatur di dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia tepatnya pada pasal 14.

(1) Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi yang diperlukan untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya.

(2) Setiap orang berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis sarana yang tersedia.

Hak berkomunikasi tidak hanya diatur oleh undang-undang di negara kita saja, namun juga dideklarasikan secara universal oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa. Lebih tepatnya pada tanggal 10 Desember 1948 dalam Deklarasi Universal HAM (DUHAM) PBB pasal 19.

Seiring dengan kemajuan jaman, saat ini kebutuhan untuk berkomunikasi semakin berkembang. Terutama dalam hal komunikasi jarak jauh atau yang akrab kita kenal dengan istilah telekomunikasi. Berkat teknologi telekomunikasi yang semakin maju kita diberi kemudahan untuk mendapatkan informasi meskipun terpisah jarak, terhalang gunung maupun terbelah lautan. Namun tidak dipungkiri bahwa kemudahan tersebut masih belum merata dirasakan oleh semua rakyat Indonesia karena terkendala kondisi geografis antar daerah.

Teknologi telekomunikasi nirkabel yang menjadi solusi terbaik atas kendala kondisi geografis tersebut mengalami perjalanan yang cukup panjang sejak mulai diperkenalkan di Indonesia pada tahun 1984 hingga sekarang. Sejarah perkembangan teknologi komunikasi nirkabel di Indonesia dapat digambarkan dalam infografik berikut ini :

Pada tahun 1984 teknologi komunikasi nirkabel mulai diperkenalkan di Indonesia. Kemudian berkembang dan bermunculan operator seluler nasional memberikan berbagai pilihan layanan kepada masyarakat Indonesia. Baru pada tanggal 8 oktober 1996, PT Excelcomindo Pratama (Excelcom, sekarang XL Axiata) masuk ke Indonesia dengan mengaplikasikan teknologi nirkabel berbasis GSM. Kehadiran operator-operator seluler di Indonesia menawarkan layanan dan tarif yang bersaing. Persaingan tersebut tentunya menguntungkan masyarakat Indonesia. Masyarakat dimanjakan dengan pilihan layanan komunikasi telepon maupun transmisi data dengan beragam fitur dan tarif.

Masih ingat betul sekitar tahun 2000 saya yang masih tinggal bersama orang tua di sebuah desa di Kabupaten Tegal saat itu mempunyai seorang kakak yang pergi merantau ke Ibu Kota. Jarak Tegal ke Jakarta seakan jauh sekali. Satu-satunya komunikasi yang dapat dilakukan oleh kakak saya hanyalah melalui surat pos. Biasanya ketika kami menerima surat dari kakak, surat tersebut dibaca bersama-sama oleh bapak. Berisi tulisan seputar kabar dan pekerjaan si kakak yang paling lama habis dibaca dalam 3-5 menit saja. Namun waktu pengirimannya bisa sampai seminggu atau bahkan lebih. Baru pada tahun 2003 kami mulai mengenal handphone yang saat itu rata-rata berukuran sebesar pisang, pisang Ambon. Dan dengan harga kartu (simcard) perdana mencapai Rp.300.000. Itupun masih harus memasang antena penangkap sinyal yang tidak menjamin dapat melakukan komunikasi telepon dengan baik. Seringkali kami pergi berjalan keluar rumah untuk sekedar mencari sinyal untuk menelepon. Teman atau kerabat yang memiliki handphone “pisang” itupun jumlahnya masih sangat sedikit.

Tidak seperti sekarang, yang mana hampir semua orang, setiap anggota keluarga memiliki satu perangkat bahkan ada yang memakai lebih dari satu handphone. Jaringan komunikasi nirkabel juga telah sampai di desa-desa tidak terkecuali di desa tempat kelahiran saya.

Tidak dipungkiri, kemajuan teknologi komunikasi nirkabel inilah yang menjadi salah satu faktor keberanian saya hijrah ke Pulau Bali. Bekerja dan berkeluarga di Bali jauh dari tempat tinggal orang tua saya. Kangen? Tinggal telepon. Apalagi sekarang ini kita hidup di jaman sosial media. Berkirim foto semudah mengusap layar smartphone, asalkan kita terhubung dengan jaringan internet untuk melakukan komunikasi dengan transmisi data tersebut.

Banyak jalan yang dapat kita tempuh dalam rangka membangun Indonesia melalui kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Bentuk dukungannya pun bisa sangat beragam. Tidak terbatas hanya dengan ikut membangun infrastruktur komunikasi nirkabel yang mahal saja, tapi juga dapat dilakukan dalam bentuk dukungan kecil yang dimulai dari lingkungan rumah atau tempat kerja kita. Dukungan tersebut diantaranya berupa :

  • Dukung pengembangan sistem pembelajaran jarak jauh
  • Dukung gerakan internet sehat
  • Blogging

Dukung Pengembangan Sistem Pembelajaran Jarak Jauh

Seperti telah disinggung sebelumnya, bahwasanya komunikasi antar daerah di Indonesia masih ada yang terkendala oleh kondisi geografis. Hal ini tentu mempengaruhi kualitas pendidikan yang diperoleh oleh masyarakat Indonesia yang berada di daerah pelosok. Oleh karena itu, dirasa perlu untuk dikembangkan sistem pembelajaran jarak jauh. Namun sistem pembelajaran jarak jauh secara online tentu membutuhkan infrastruktur yang tidak murah dan pemerintah memiliki keterbatasan. Peran operator seluler swasta dalam hal ini sangat diperlukan, mengingat untuk mengembangkan sistem pembelajaran jarak jauh tersebut membutuhkan jaringan komunikasi nirkabel yang merupakan solusi terbaik untuk saat ini.

Lalu, bentuk dukungan seperti apa yang dapat kita lakukan untuk pengembangan sistem pembelajaran jarak jauh?

Harapan sekaligus bentuk dukungan yang ingin saya capai adalah membantu menyiapkan konten pembelajaran secara online yang interaktif. Atau paling tidak, membantu memberikan masukan bahan ajar kepada pihak yang berkompeten dalam sistem pembelajaran jarak jauh tersebut. Dengan asumsi infrastruktur teknologi komunikasi nirkabel telah menjangkau saudara-saudara kita di daerah pelosok. Seperti kita tahu, saat ini sedang berjalan program sukarelawan dalam Indonesia Mengajar dan juga Ruang Berbagi Ilmu (RUBI). Masyarakat yang berminat untuk terlibat di dalam program tersebut dapat dibilang tidak sedikit. Jadi dapat dibayangkan jika harapan saya tersebut terkabul, dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi akan lebih banyak lagi masyarakat yang terjembatani dalam membantu membangun Indonesia melalui sistem pembelajaran jarak jauh secara online. Dengan konsep dari, oleh dan untuk kita masyarakat Indonesia.

Dukung Gerakan Internet Sehat

Kita tentu menyadari bahwa di dalam dunia internet banyak terdapat hal negatif. Namun harus kita akui juga bahwa hal positif di dalam internet juga tidak kalah banyak. Gerakan internet sehat yang digagas oleh Donny BU (pendiri dan senior researcher ICT Watch – Internet Sehat) dimaksudkan agar kita mengerti bagaimana menggunakan internet yang aman dan nyaman dalam keluarga serta mengedepankan pemberdayaan masyarakat.

Bentuk dukungan dan harapan saya dalam berinternet sehat adalah dengan menerapkan filtering situs/konten yang dapat diakses oleh anak-anak saya agar terhindar dari konten-konten negatif seperti pornografi dan kekerasan. Namun dengan tetap memberi kebebasan berekspresi yang aman dalam menggunakan internet. Filtering situs/konten dapat dilakukan dengan menginstall parental control software pada gadget yang digunakan oleh keluarga. Meskipun demikian, usaha filtering yang kita lakukan dengan software hanyalah sekedar alat bantu sehingga kita sebagai orang tua tetap perlu memberikan pengarahan-pengarahan yang baik kepada anak-anak kita.

Blogging

Ya, blogging menurut saya termasuk ke dalam dukungan membangun Indonesia melalui teknologi informasi dan komunikasi. Karena melalui blogging seseorang dapat menyajikan konten-konten yang positif, membangun dan menginspirasi banyak orang untuk melakukan hal-hal yang baik. Blogging saat ini dapat dilakukan melalui berbagai media baik dengan menggunakan platform gratis, berbayar atau melalui forum yang ada di situs-situs ternama.

Harapan saya semoga dengan blogging kita dapat menyampaikan dan menyebarkan semangat-semangat positif untuk membangun Indonesia ke arah yang lebih baik lagi. Sekaligus berharap agar infrastruktur jaringan komunikasi nirkabel dapat menjangkau seluruh masyarakat Indonesia dimanapun berada, sehingga akan lebih banyak lagi blogger yang dapat melakukan live-blogging dari mana saja dan kapan saja menggunakan gadget yang dimiliki.

Hari ini, tanggal 8 Oktober 2016 bertepatan dengan 20 tahun kehadiran PT. XL Axiata Tbk di Indonesia. Selama 20 tahun tersebut telah banyak perubahan dan dampak yang masyarakat Indonesia rasakan. Cerita dan harapan saya di atas hanyalah sekelumit dari harapan masyarakat Indonesia seluruhnya tentang teknologi informasi dan komunikasi dan mungkin tidak layak jika disebut mewakili. Karena saya yakin, setiap orang punya cerita dan harapannya masing-masing.

Sekian tulisan saya mengenai “Membangun Indonesia melalui Teknologi Informasi dan Komunikasi” dan..

Dirgahayu PT. XL Axiata Tbk.

Salam #KitaIndonesia

Sumber tulisan dan gambar :

komnasham.go.id
id.wikipedia.org
tokohindonesia.com
kitaindonesia.id
freepik.com

4 Comments

Leave a Reply

Show Buttons
Hide Buttons